Dalam kita berjalan, mengorak langkah demi langkah, kita mungkin alpa, lalai, leka dan terlupa sangkinkan indahnya pemandangan di hadapan.
Permulaan, segalanya indah. Jalan dihiasi bebunga wangi dan pepohon hijau. Kita terlupa, di hadapan nanti bisa saja ada duri, bukit untuk didaki dan juga lurah untuk dituruni.
Saat segalanya indah, saat kita jauh dari sukar dan susah, semakin itulah mungkin kita mula jauh dariNya. Semakin terlupa segala nikmat, segala rezeki yang dikurniakan dan diberi adalah dariNya. Hingga datang satu detik, detik yang mana datangnya semula sirna sinaran ‘cahaya’ Ilahi, meneguri, mengingatkan keesaan Yang Hakiki.
Alhamdulillah atas ‘sepakan’ hidayah.
Sepakan yang kita semua perlukan demi meneruskan perjalanan dan terus mara ke hadapan untuk menemui Ilahi pada suatu hari nanti.
Saat itulah kita dapat merasakan diri kita hampir denganNya. Merasakan Dia Maha Mendengar, hinggakan seakan bisa ‘berbicara’ denganNya secara langsung. Syukurilah dan hargailah saat-saat itu.
Itulah saat terbaik untuk kita berhenti sebentar dari perjalanan, duduk sebentar, rehat, tenangkan minda dan mula untuk membuat refleksi diri.
Cermin semula diri kita. Hitunglah diri kita sebelum saat tiba Hari perhitungan nanti. Hitung juga umur kita, dosa yang kita lakukan saban hari yang kita terlupa untuk bertaubat. Selanjutnya, fikirkan apa yang patut kita mulakan, kurangkan dan hentikan.
Moga di perhentian yang sebentar ini, ada keberkatannya dan mudah-mudahan akan selalu dilimpahi sinaran hidayah dariNya.
اللهم إني أسألك حبك وحب من يحبك وحب كل عمل يقربني إلى حبك
Allahumma aku mohon akan cintaMu dan cinta mereka yang mencintaimu dan cinta pada amalan yang mendekatkan diriku kepada cintaMu.
